NEWSINFO.ID, BATANG HARI – Pemerintah Kabupaten Batanghari kembali menggelar Gebyar Semangat Ramadhan 1445 Hijriah sebagai bagian dari upaya menyemarakkan bulan suci. Kegiatan tahunan ini diisi dengan berbagai perlombaan bernuansa Islami yang melibatkan pegawai serta masyarakat.
Dalam wawancara usai pembukaan, Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan bulan pembinaan bagi umat Islam.
“Kita tahu bahwa Ramadhan ini adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan bagi kita semua, maka lomba-lomba ini diniatkan menjadi pemantik mendorong selalu meningkatkan kemampuan, selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Terkait peserta, ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh dua kelompok, yakni pegawai dan kelompok masyarakat, dengan jumlah hampir mencapai seribuan orang.
“Ya, pesertanya ada dua versi ya, ada dari sesama pegawai, kemudian antar kelompok masyarakat. Jadi sehingga total pesertanya hampir seribuan ya, 1.000-an orang yang mengikuti kegiatan lomba-lomba dari lima jenis lomba yang kita laksanakan pada Ramadhan ini,” jelasnya.
Bupati juga menyampaikan pesan khusus kepada para pegawai agar menjadikan lomba sebagai sarana meningkatkan kompetensi, terutama dalam bidang keagamaan.
“Terutama kepada pihak pegawai, jadikan momen lomba ini untuk kita meningkatkan kompetensi kemampuan kita tentang ilmu keagamaan. Kita tahu bahwa Ramadan itu begitu banyak ruang waktu yang bisa kita manfaatkan karena ada maklumnya pekerjaan kita, ada maklumnya waktu-waktu lain untuk kita gunakan agar dapat meningkatkan keimanan kita tersebut. Ya pegawai tetap semangat ya, yakin dan percayalah bahwa Allah akan memudahkan langkah kita pada saat kita selalu berusaha untuk memperbaiki diri kita,” tuturnya.
Pada tahun ini, terdapat penambahan cabang lomba rebana yang menjadi pembeda dari tahun-tahun sebelumnya. Penambahan tersebut berawal dari usulan ibu-ibu paduan suara MTQ di tingkat kecamatan.
“Ya, yang bedanya tahun ini ada lomba rebana. Karena ibu-ibu paduan suara MTQ di kecamatan ketemu minta dilombakan rebana ini. Kita dulu takut membuat lomba rebana, takut pesertanya tidak cukup banyak, takut biayanya terlalu tinggi, tapi ternyata mereka semangat dan hari ini tiap sore kawan-kawan bisa lihat bahwa ada lomba rebana itu salah satu cabang tambahan di tahun ini,” ungkapnya.
Selain itu, lomba tausiyah antarpejabat juga menjadi tambahan dalam pelaksanaan tahun ini.
“Terus ada tambahannya lagi lomba tausiyah antara pejabat Kabupaten Batanghari. Jadi jangan pandai pidato saja, harus bisa juga tausiyah,” katanya.(ONE)

