NEWSINFO.ID, BATANG HARI – Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak yang dilaksanakan di Kecamatan Muara Bulian, Selasa (21/04/2026), sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Sudaryono bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Batang Hari. Kunjungan tersebut merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya meninjau Desa Olak Besar yang kini menunjukkan peningkatan hasil produksi pertanian dan menjadi contoh bagi daerah lain.
Dalam kesempatan itu, Bupati Batang Hari memaparkan kondisi sektor pertanian di daerahnya. Ia menyebutkan bahwa total luas sawah mencapai sekitar 8.252 hektare, namun realisasi tanam pada tahun sebelumnya baru mencapai 7.250 hektare.Untuk tahun ini, pemerintah daerah menargetkan percepatan tanam guna mengurangi defisit kebutuhan beras yang diperkirakan masih mencapai 11.000 ton. Sejak kunjungan Wamentan pada 2024, produksi beras di Batang Hari juga dilaporkan meningkat hingga 6.500 ton, yang menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.
Selain itu, program cetak sawah rakyat seluas 603,5 hektare yang telah dialokasikan sebelumnya, baru terealisasi penanaman sekitar 387 hektare. Upaya perluasan tanam di luar luasan sawah yang ada juga terus dilakukan dan saat ini telah mencapai sekitar 3.000 hektare. Langkah percepatan ini dilakukan sebagai antisipasi musim kemarau yang diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika akan mulai terjadi pada bulan Juni.
Dalam laporannya, Bupati juga mengusulkan sejumlah solusi strategis untuk menghadapi potensi kekeringan, di antaranya penggunaan pompa air tenaga surya sebagai alternatif yang lebih efisien dibandingkan pompa berbahan bakar diesel. Selain itu, pemerintah daerah berharap adanya dukungan untuk penanganan lahan yang masih tertutup semak serta pembangunan sistem irigasi yang lebih memadai.
Hal ini dinilai penting mengingat kondisi geografis Batang Hari yang kerap mengalami genangan air saat curah hujan tinggi, terutama di wilayah sekitar aliran sungai, sehingga menghambat optimalisasi lahan pertanian.
Menanggapi hal tersebut, Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa program cetak sawah tidak hanya berfokus pada pembukaan lahan, tetapi juga harus memastikan lahan tersebut produktif dan memberikan manfaat nyata bagi petani. Pemerintah pusat, lanjutnya, akan berupaya menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang telah disampaikan oleh pemerintah daerah.
Ia juga menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus mendorong kesejahteraan petani.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Batang Hari kembali menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah, sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.(ONE)

