TANGERANG – Menjadi aparatur pemasyarakatan bukan sekadar tentang menjalankan tugas dan mematuhi aturan, tetapi juga tentang menjaga integritas, menunjukkan keteladanan, serta memiliki keberanian untuk mempertahankan nilai-nilai kebenaran. Pesan inilah yang ditekankan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Dr. Tr. Irwan Rahmat Gumilar, A.Md.IP., S.H., M.Si., dalam kuliah umum dan penguatan karakter bagi 800 taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas), Kamis (22/10/2026).

Bertempat di Auditorium Muladi, Kampus Poltekimipas, Tangerang, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi para taruna untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mental dalam menghadapi tanggung jawab sebagai calon aparatur negara, khususnya di bidang pemasyarakatan.

Di hadapan 800 taruna, Irwan menyampaikan bahwa keberhasilan dalam berkarier harus dibangun melalui proses yang benar. Kecerdasan perlu disertai kemauan untuk terus berkembang, semangat dalam bekerja harus diwujudkan melalui tindakan nyata, dan setiap pencapaian harus diraih dengan usaha serta menjunjung tinggi integritas.

Untuk memperkuat pesan tersebut, ia menguraikan Empat Pilar Karakter, yakni Intelligent, Energy to Work, Work Hard, dan Integrity. Keempatnya merupakan nilai yang saling melengkapi dalam membentuk aparatur yang kompeten, produktif, tangguh, dan dapat dipercaya.

Ia mengingatkan para taruna agar tidak mudah tergoda mencari jalan pintas demi meraih keberhasilan. Proses pendidikan harus dimanfaatkan untuk membangun disiplin, mengasah kemampuan, dan membentuk prinsip hidup yang akan menjadi pegangan ketika menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas.

“Menjadi insan pemasyarakatan tidak cukup hanya dengan kecerdasan dan kemampuan akademik, tetapi harus dibarengi dengan integritas, semangat pengabdian, dan kerja keras. Keberhasilan sejati bukan diperoleh melalui jalan pintas, melainkan melalui proses, kedisiplinan, dan komitmen untuk selalu berada di jalur yang benar. Jadilah pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berintegritas, serta mampu menjaga kehormatan institusi dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Irwan.

Pesan lain yang mendapat perhatian dalam kuliah umum tersebut adalah pentingnya Esprit de Corps atau jiwa korsa. Bagi Irwan, kekompakan dan solidaritas merupakan modal penting dalam membangun organisasi yang kuat, tetapi harus tetap berlandaskan etika dan kepatuhan terhadap aturan.

Ia menekankan bahwa solidaritas sejati tidak diwujudkan dengan membiarkan kesalahan rekan kerja, apalagi menutupi pelanggaran. Jiwa korsa yang positif justru menuntut setiap insan pemasyarakatan untuk berani mengingatkan, saling memperbaiki, dan bersama-sama menjaga nama baik serta kehormatan institusi.

Sementara itu, Direktur Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Dr. Tr. Sigit Budiyanto, A.Md.IP., S.H., M.Si., menyampaikan bahwa pembentukan karakter merupakan bagian penting dalam menyiapkan taruna menjadi aparatur negara yang berkualitas. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga pribadi yang mampu menjalankan amanah secara profesional dan bertanggung jawab.

“Kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi para taruna untuk memperkuat karakter, menanamkan nilai integritas, dan mempersiapkan diri sebagai aparatur negara yang profesional serta bertanggung jawab. Kami berharap pesan yang disampaikan Kakanwil Ditjenpas Jambi dapat menjadi bekal berharga bagi 800 taruna dalam menjalani pendidikan maupun ketika kelak bertugas di tengah masyarakat. Jiwa korsa harus diwujudkan melalui solidaritas yang positif, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan bersama-sama menjaga marwah serta kehormatan institusi,” ujar Sigit Budiyanto.

Ia berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan secara konsisten oleh para taruna, mulai dari lingkungan pendidikan hingga ketika kelak bertugas melayani masyarakat. Dengan demikian, karakter dan integritas tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Kuliah umum ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan pemasyarakatan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Aparatur yang memiliki kompetensi, menjunjung etika, dan berani bertindak sesuai aturan akan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan organisasi yang profesional dan terpercaya.

Melalui penguatan karakter kepada 800 taruna Poltekimipas, diharapkan lahir generasi penerus pemasyarakatan yang mampu menggabungkan kecerdasan, kerja keras, solidaritas positif, dan integritas dalam setiap pengabdian demi menjaga kehormatan institusi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.