NEWSINFO.ID, PALEMBANG – Modus penipuan jual beli kendaraan bermotor kembali terjadi di Palembang. Seorang warga Perumahan Borang Residence 2, Kecamatan Sako Borang, terpaksa kehilangan sepeda motor Yamaha N-Max BG 5196 JAW usai tertipu bukti transfer palsu, saat transaksi jual beli secara daring, Minggu (4/1/2026).

Korban, Tiara Ta (27), awalnya berniat menjual motornya melalui media sosial. Tawaran tersebut kemudian direspons dua orang pria yang mengaku tertarik membeli dan meminta transaksi dilakukan secara cash on delivery (COD).

Menurut Tiara, komunikasi awal dilakukan melalui WhatsApp, setelah pelaku melihat unggahan penjualan motor di Facebook. Rencana awal COD di lokasi yang ditentukan pelaku sempat dibatalkan dan berlanjut dengan pertemuan di rumah korban keesokan harinya, pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 11 34 WIB.

“Kami jual motor, benar pak, jual dari FB (Facebook) terus pelaku langsung chat wa suami saya, pertama mau ajak COD di lokasi yang mereka sherlock, di dekat Vila Hijau Talang Jambe, namun tidak jadi karena sudah malam, singkat cerita besoknya mereka yang kerumah untuk COD,” ungkapnya.

Saat tiba di lokasi, kedua pelaku datang menggunakan sepeda motor Beat Street warna hitam dengan velg merah tanpa nomor polisi. Proses tawar-menawar dilakukan hingga disepakati harga Rp 15 juta.

“Mereka datang dan langsung melihat-lihat motor kami, saat itu suami saya yang meladeni kedua pelaku ini, satu pelaku pakai jaket hijau, satu lagi pakai jaket hitam, tawar menawar harga, hingga akhirnya sepakat di harga Rp 15 juta,” jelasnya.

Namun, masalah muncul saat pembayaran dilakukan. Pelaku tidak menyerahkan uang tunai dan hanya menunjukkan bukti transfer melalui ponsel, lalu langsung membawa kabur motor tersebut.

“Saat pembayaran dengan suami saya, bukan pembayaran tunai, tapi mau transfer, pelaku hanya memperlihatkan saja bukti sukses transfer, pelaku langsung bawa motor dan dengan temannya juga sempat pamitan dan bilang terimakasih, ternyata saat di cek 10 menit dari situ, transfer itu palsu, uang pembayaran Rp 15 juta tidak ada masuk, sempat suami kejar tapi tidak ketemu lagi mereka,” terangnya.

Menyadari telah menjadi korban penipuan, pihak keluarga langsung mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan berencana melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian agar pelaku segera ditindak.

“Kami telah ditipu dengan transfer palsu itu, kami segera laporan polisi, ini masih berkoordinasi sama keluarga lalu segera akan melaporkan kasus ini, semoga pelaku ini tertangkap dan motor kami balik juga tidak ada korban lagi seperti ini,” tandasnya.

Sumber: Mattanews.co

By Redaksi