Muara Bulian – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara Bulian terus berinovasi dalam mengembangkan program ketahanan pangan. Salah satunya melalui budidaya lobster air tawar yang ditandai dengan kegiatan penebaran benih lobster air tawar di lingkungan Lapas Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Sabtu (03/10).

Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, didampingi sejumlah Pejabat Administrator Kanwil Ditjenpas Jambi serta Kepala Lapas Muara Bulian, M. Ilham Santoso, beserta jajaran.

Penebaran benih lobster air tawar menjadi salah satu bentuk diversifikasi program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas Muara Bulian. Selain memanfaatkan lahan dan fasilitas yang tersedia, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan keterampilan produktif kepada warga binaan melalui kegiatan budidaya perikanan.

Kakanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan Lapas Muara Bulian dalam mengembangkan berbagai sektor ketahanan pangan.

“Ini merupakan inovasi yang sangat baik. Ketahanan pangan harus terus dikembangkan dan tidak hanya terpaku pada satu jenis kegiatan. Budidaya lobster air tawar menjadi salah satu alternatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Irwan.

Menurutnya, program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan diharapkan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam proses pembinaan warga binaan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini dapat memberikan keterampilan dan pengalaman kepada warga binaan. Sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat, ada pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Muara Bulian, M. Ilham Santoso, menyampaikan bahwa budidaya lobster air tawar merupakan bagian dari komitmen Lapas untuk terus mencari dan mengembangkan potensi baru dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Kami terus berupaya mengembangkan inovasi di bidang ketahanan pangan. Budidaya lobster air tawar ini menjadi salah satu program yang akan kami kembangkan secara bertahap, mulai dari proses pembenihan, pemeliharaan hingga nantinya dapat menghasilkan lobster yang memiliki nilai ekonomi,” ungkap M. Ilham Santoso.

Ia menambahkan, program tersebut juga akan melibatkan warga binaan sebagai bagian dari kegiatan pembinaan kemandirian. Dengan demikian, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman dalam proses budidaya, tetapi juga memahami proses pengelolaan usaha secara produktif.

Penebaran benih lobster air tawar ini menambah ragam program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas Muara Bulian. Sebelumnya, Lapas juga mengembangkan berbagai kegiatan pertanian dan pengolahan hasil pangan serta menghadirkan mesin penggilingan padi yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Melalui pengembangan berbagai inovasi tersebut, Lapas Muara Bulian terus mendorong program ketahanan pangan yang produktif, berkelanjutan, dan memiliki nilai ekonomi. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Pemasyarakatan yang memberikan manfaat tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.