Panen Raya Sawi Pakcoy Hidroponik Bapas Jambi

Jambi – (28/11/2025) Hari ini menjadi hari penuh kebanggaan bagi Bapas Kelas I Jambi. Setelah melalui proses pelatihan intensif selama hampir satu bulan, klien Bapas Jambi akhirnya memetik hasil dari kerja keras mereka melalui Panen Raya 1000 Lubang Tanam Sawi Pakcoy Hidroponik. Kegiatan yang dilaksanakan di Greenhouse Griya Abhipraya Gentala Arasy ini merupakan puncak dari Pelatihan Hidroponik Sawi Pakcoy Sistem Deep Water Culture (DWC) yang telah digelar sejak 7 November 2025 dan berlangsung dalam delapan kali pertemuan terstruktur.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan pertanian modern yang praktis dan aplikatif kepada 10 klien Bapas Jambi. Selama pelatihan, peserta mempelajari seluruh tahapan budidaya hidroponik mulai dari pengenalan alat dan bahan, teknik penyemaian, perakitan sistem rakit apung, manajemen nutrisi AB Mix, perawatan harian, hingga tahapan panen dan penanganan pascapanen. Setiap peserta dilibatkan secara langsung untuk memastikan mereka benar-benar memahami konsep dan teknik yang diajarkan. Hasilnya terbukti nyata hari ini: seribu tanaman pakcoy tumbuh subur dengan daun lebar, batang kokoh, dan warna hijau cerah yang menandakan nutrisi terpenuhi dengan baik.

Acara panen raya turut dihadiri oleh Kepala Bapas Kelas I Jambi, Dwi Santosa, perwakilan PT Dinara Hidroponik Farm Sepri Hartanto, Kasi BKD Nasrul, Kasubsi Bimker BKD Ade Malneda Putra, Kasubsi Bimker BKA Lori Aminofita, serta para petugas pembimbing dan panitia pelatihan. Suasana haru dan bahagia terlihat dari wajah para klien yang ikut memanen hasil kerja keras mereka. Banyak dari mereka baru pertama kali terlibat langsung dalam budidaya hidroponik, namun berhasil menunjukkan ketekunan dan kemajuan signifikan selama pelatihan.

Dalam sambutannya, Kabapas Jambi, Dwi Santosa, memberikan apresiasi tinggi kepada peserta. “Panen raya ini adalah bukti komitmen bahwa pembimbingan berbasis keterampilan mampu memberikan perubahan nyata. Ketika klien diberikan kesempatan, bimbingan, dan lingkungan yang positif, mereka dapat menghasilkan karya yang membanggakan. Seribu pakcoy ini bukan hanya hasil belajar, tetapi simbol dari harapan, kemandirian, dan langkah baru menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya. Ia juga berharap keterampilan hidroponik ini dapat menjadi bekal usaha ketika klien kembali ke masyarakat.

Sementara itu, perwakilan PT Dinara Hidroponik Farm, Sepri Hartanto, menyampaikan rasa bangganya terhadap progres peserta. “Perkembangan peserta dari pertemuan pertama hingga hari ini benar-benar luar biasa. Mereka cepat belajar, teliti, dan mau bekerja sama. Kami melihat potensi besar dari keterampilan ini untuk dikembangkan menjadi peluang usaha, baik di rumah maupun skala kecil-menengah,” jelasnya.

Salah satu peserta, Novi, turut membagikan pengalamannya dengan penuh antusias. “Saya awalnya tidak tahu apa itu hidroponik, tetapi setelah ikut pelatihan ini saya jadi paham cara menyemai, merawat, sampai panen. Saya bahagia bisa panen tanaman yang saya rawat sendiri. Ke depan, saya ingin mencoba sistem kecil di rumah dan menjadikannya usaha,” ungkapnya. Panen raya ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi juga menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara Bapas Kelas I Jambi dan PT Dinara Hidroponik Farm dalam menghadirkan pelatihan yang bermanfaat, produktif, dan aplikatif. Hasil panen yang berkualitas menunjukkan bahwa dengan bimbingan yang tepat, klien dapat berdaya, berkarya, dan siap membangun masa depan yang lebih baik.